Pentingnya Peran Istri Bagi Suami

Dalam berkeluarga agar mencapai kebahagiaan dibutuhkan adanya saling mengerti satu sama lain, pentingnya peran istri bagi suami dalam rumah tangga untuk mengatur segala sesuatu. Berikut beberapa peranan seorang istri yang baik kepada suami.

Peranan Istri terhadap suami :

1. Sebagai penolong bagi suami.

“Tidak baik manusia itu seorang diri, Aku akan menjadikan seorang penolong baginya”

Istri adalah penolong dan bukan perongrong suami. Istri merupakan asisten, mengisi kekurangan, mengantikan dan mewakili bila diperlukan. Gelar penolong diberikan oleh Allah sendiri. Kata penolong dalam bahasa Ibrani “Ezer”, dan kita jumpai kata itu dalam ungkapan “Ebenhaezer” sampai disini Tuhan telah menolong kita.

Istri sebagai penolong berarti:

* Berharga/Bermutu

Istri yang cakap lebih berharga dari permata (Ams 31:10). Pikiran, perasaan dan perbuatannya bermutu, sehingga istri merupakan harta kekayaan yang tak ternilai harganya.

* Dapat dipercaya

Hati suaminya percaya kepadanya (Ams 31:11a), dalam hal:

Kesetiaan

Istri berkewajiban setia kepada suami, anak dan keluarga sebagaimana janji pernikahan yang diucapkan dihadapan pendeta, jemaat dan Tuhan. istri harus tetap bertekat untuk hidup bersama, karena apa yang telah dipersatukan Allah tidak boleh diceraikan oleh manusia (Mat 9:5-6).

Menjaga Rahasia.

Siapa menjaga mulutya, memelihara nyawanya, siapa yang lebar bibir, akan ditimpa kebinasaan (Ams 18:21). Istri harus dapat dipercayai suami, menjaga rahasia pribadi, keluarga, pekerjaan dan pelayanan. Hati-hati dalam berkata-kata. Mengetahui apa yang boleh dan tidak boleh diceritakan agar gosip tidak berkembang. Bibir orang bebal menimbulkan perbantahan dan mulutnya berseru meminta pukulan orang bebal dibinasakan oleh mulutnya, bibirnya adalah jerat bagi nyawanya (Ams 18:6,7).

Mengatur keuangan

Ia membeli ladang yang diingininya (Ams 31:16a). dari zaman dulu sampai sekarang, ladang (tanah) dapat merupakan tabungan dan juga sumber penghasilan. Alkitab mengajarkan bahwa siapa yang mewahkan pintunya, mencari kehancuran (Ams 17:19b). taruhlah pisau pada lehermu bila besar nafsumu (Ams 23:2) karena sipeminum dan pelahap menjadi miskin (Ams 23:21). Istri yang baik akan dipercaya oleh suami karena mampu mengatur keuangan dengan penuh tanggung jawab. Istri yang bijak membangun rumahnya, tetapi istri yang bodoh meruntuhkan dengan tangannya (Ams 15:13).

Mengatur Rumah Tangga

Dari jauh ia mendatangkan makanan (Ams 31:14b). pada zaman dahulu, makanan dari jauh adalah makanan yang berkualitas. Dengan demikian istri memiliki peranan untuk mengatur makanan yang berkualitas dalam keluarga. Bangun kala pagi, lalu menyediakan makanan bagi seisi rumahnya (Ams 31:15a). Tugas mengatur rumah tangga bukanlah tugas yang sepele (Titus 2:5). Termasuk wanita karir seharusnya tahu mengatur rumah tangga dengan baik dan tidak boleh menelantarkan rumah tangga.

* Rajin dan kreatif

Bangun kala masih malam (Ams 31:15a) pada malam hari pelitanya tidak padam (Ams 31:18b) ia sedang bekerja dengan tangannya (Ams 31:13b). prinsipnya disini adalah seorang istri hendaknya rajin dan kreatif, mempunyai kesediaan dan kemampun bekerja keras. Seorang istri, ibu rumah tangga yang malas, boros dan hanya bermalas-malasan akan mengakibatkan rumah tangga yang berantakan.

* Penolong yang berhikmat

Hikmat diproleh dari sumber hikmat yaitu Tuhan (Ams 1:7), oleh sebab itu salomo tidak memint kekayaan atau umur panjang, tetapi ia minta hikmat (@ Taw 1:10). Hikmat adalah kemampuan dari Tuhan untuk mengetahui, mengerti dan memecahkan berbagai masalah secara tepat.

Ia membuka mulutnya dngan hikmat (Ams 31:26) istri tahu kapan harus berkata-kata sesuai dengan waktu, tempat dan situasi. Ia tahu kapan harus memberikan pujian atau koreksi kepada suaminya. Perkataan yang diucapkan pada waktunya, seperti buah apel emas dalam pinggan perak (Ams 25:11).

* penolong yang mantap dlam penampilannya.

dalam Perjanjian Baru, kita dapat temukan bahwa keserasian lahiriah dan batin terungkap dalam: “Perhiasanmu janganlah secara lahiriah, yaitu dengan mengepang-ngepang rambut, memakai perhiasan emas atau dengan mengenakan pakaian yang indah-indah “(1 Pet 3:3).

Dengan demikian, dalam penampilan yang terutama adalah perhiasan rohani (batin), namun jangan mengabaikan perhiasan lahiriah. Sangat menyedihkan jika istri menyambut suami dengan rambut kusut dan daster yang kotor, istri yangmelalikan diri tidak menjadi penolong yang baik. Jangan mengeluh jika suami mulai melihat wanita lain yang tahu merawat diri. Istri yang baik juga tahu mnghias diri sesuai dengn profesi suaminya shingga membeikan rasa hormat dan wibawa.

* Penolong yang mendoakan suami

“Serahkanlah perbuatanmu kepada Tuhan, maka terlaksanalah segala rencanamu” (Ams 16:3) Doa yang benar besar kuasanya” (Yak 5:16b) “pergumulan yang berat sekalipun, dapat twrselesaikan melalui doa” (2 Raj-raja 19) dan doa seorang istri bagi suami sangat penting, karna melalui doa istri, suami akan diberkti. Dikuatkan, dilindungi, dimenangkan dan dapat dipakai oleh Tuhan bagi kemuliaan-Nya. Begitu juga anak-anak membutuhkan ibu yang berdoa bagi kemajuan dan pertumbuhan hidup mereka.

2. Tunduk dan menghormati Suami

“Istri hendaklah menghormati suami” (Ef 5:33b)

“Hai Istri tunduklah kepada suamimu sepei kepda Tuhan” (Ef 5:22)

istilah tunduk dan hormat mungkin merupakan istilah yang menjengkelkan bagi istri yang dominan terhadap suami, terlebih bagi istri yang memiliki alasan rasional untuk dominan dalam keluarga. Namun agar keluarga menjadi bahagia, prinsip-prinsip keluarga dalam Alkitab perlu digali dan ditaati. Kemungkinan kehancuran keluarga karena diabaikannya prinsip tersebut dalam kehidupan keluarga Kristen. Allah telah mengajarkan bagaimana istri berlaku kepada suami, yaitu tunduk dan hormat.

Prinsip istri tunduk terhadap suami memang sudah sewajarnya, baik dilihat secara kronologis penciptaan, terlebih lagi merupakan perintah Allah agar istri tunduk terhadap suami, termasuk tunduk kepada suami yang tidak beriman (Ef 5:21; 1 Pet 3:27).

Demikian juga kamu, hai istri-istri, tunduklah kepada suamimu, supaya jika ada diantara mereka yang tidak taat kepada Firman, merka juga tanpa perkataan dimenengkan oleh kelakuan istri, jika mereka meliht, bagaimana murni dan salehnya hidup istri mereka. (1 Pet 3:1-2)

3. Mengasihi Suami

Pernikahan Kristen diikat oleh kasih Kristus, karennya suami istri harus saling mengasihi. Kasih kan menciptakan kebahagiaan dalam keluarga. Kualitas kasih dalam keluarga Kristen addlah sepeti kasih Tuhan Yesus kepada jemaat. Yang perama harus dikasihi seorang istri adalah suaminya. Bahkan setelah mereka memiliki anak sekalupun, istri harus mengasihi suaminya terlebih dagulu. Di dalam beberapa rumah tangga mungkin saja istri melupakan perskutuan dengan suaminya, istri lebih banyak mencurahkan kasihnya untuk anak-anak. Sikap ini tidak baik. Ayah dan ibu harus bersam-sama mengasihi dan memelihara anak-anak mereka. akan tetapi kehadiran anak-anak tidak boleh mengurangi kasih suami istri (Joyce Coon, 1984:15)

Sumber : mangkecompany.net78.net

Dalam kategori: Tips Keluarga

RSSComments (0)

Trackback URL

Leave a Reply




If you want a picture to show with your comment, go get a Gravatar.